
Makna / filosofi lukisan ornamen di gereja Santa Maria Fatima Pelemdukuh
Kalau kita memasuki gereja Santa Maria Fatima Pelemdukuh maka kita akan menjumpai lukisan besar di dinding belakang altar beserta ornamen-ornamen yang terdapat pada hampir semua tembok bagian dalam gereja.kita akan membahas makna ornamen-ornamen pada lukisan tersebut.
Tentang warna-warna yang di gunakan di sana
1.Warna-warna yang di gunakan pada lukisan tersebut menggunakan warna-warna liturgi.
Hijau berarti alam,pepohonan,warna harapan dan tunas muda.merupakan warna liturgi yang biasa digunakan dalam masa-masa biasa setelah paskah,ini melambangkan 3 tahun masa pewartaan Yesus yang di penuhi dengan ajaran-ajaran dan mukjizat-mukjizat.ini bisa dilihat dalam ornamen yang bisa dibilang paling banyak .kemudian warna gradasi hijau pada tiang-tiang,lukisan dan tepi gunungan tersebut memiliki makna tentang tingkatan-tingkatan iman umat yang lebih dalam.
Warna merah adalah warna darah,pengorbanan Kristus yang di curahkan di kayu salib,kita yang berdosa di tebusnya sehingga yang percaya kepadaNya akan selamat dan memperoleh kehidupan kekal.
Warna merah disini juga melambangkan warna darah para martir .agar kita meniru kesaksian mereka dalam mengikuti Kristus sampai mati,sehingga kitapun sampai saat ini di kuatkan oleh jasa-jasa para martir yang sekarang ini sudah hidup kekal bersama Allah di surga namun masih senantiasa mendoakan kita.warna merah juga melambangkan api,lidah-lidah api pada hari pentakosta sebagai lambang turunnya Roh kudus , mengobarkan iman sehingga berani mewartakan kristus pada sahabat ataupun musuh .
Warna kuning dan putih melambangkan kemurnian,kejayaan abadi,kekal dan kebenaran.
Dilihat dari sudut pandang bentuk ornamen
2.Dari bentuk ornamen ,
disana ada sebuah gunungan besar di kelilingi tiang-tiang ke atas menjadi seperti sebuah gunungan yang berada di dalam sebuah keraton dengan keseimbangan yang simetris kiri-kanan dan ditemukan lukisan lima roti dua ikan yang berada di kedua sisi gunungan.”sebuah gunungan yang berada di dalam keraton sebagai simbol kehidupan umat baik di lihat dari sudut pandang mikrokosmos yaitu dalam kehidupan dalam diri sendiri,dengan diri sendiri dan dari sudut pandang makrokosmos atau dengan sesama,lingkungan sekitar,alam semesta dan itu semua adalah untuk mencapai tujuan “keratoning Allah” atau kerajan Surga.
Makna lukisan gunungan itu sendiri tidak jauh berbeda dari makna gunungan dalam wayang kulit/pewayangan jawa namun perbedaanya hanya pada sudut pandang,lukisan gunungan yang berada di belakang altar tersebut lebih mengedepankan dari sudut pandang katholik,di mana yang menjaga pintu di sana adalah malaikat.Gunungan yang berbentuk kerucut /lancip disini melambangkan kehidupan manusia “semakin tinggi ilmu kita dan bertambah usia kita harus semakin mengerucut,semakin fokus ke atas atau semakin manunggal dengan kehendak Tuhan..jiwa,rasa,cipta,karsa dan karya kita dalam kehidupan sehari-hari.sedangkan dalam gunungan tersebut memiliki makna pasamuan suci/gereja.kalau di gunungan wayang jawa terdapat pohon kehidupan namun di gunungan yang satu ini lebih dipenuhi tanaman anggur yang di ambil dari salah satu kisah di kitab suci yang melambangkan kehidupan manusia dan alam sekitar itu seumpama kebun anggur.dan di lanjutkan dengan lukisan di atas malaikat ada awan yang warnanya berlapis-lapis itu juga melambangkan tingkatan-tingkatan tertentu juga mengambil makna awan api/lidah api sebagai simbol Roh kudus,sedangkan salib di tengah-tengah merupakan gambaran bahwa salib/ pengorbanan Yesus sebagai puncak kehidupan iman kita,sebagai mana telah dinubuatkan dan menjadi penggenapan penuh atas janji Tuhan pada manusia.Makna salib Yesus itu sendiri begitu dalam dan sempurna untuk bisa di ungkapkan.Gambar burung merpati disana melambangkan Roh kudus,turunnya Roh kudus yaitu Roh Tuhan sendiri sebagai satu bagian dalam Trinitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar