Untuk pertama kalinya Gereja Santa Maria Fatima Pelem Dukuh mengadakan Perarakan Bunda Maria dari Gua Maria Lawangsih menuju Gereje. Tanggal 13 Mei 2016 menjadi tonggak awal sejarah tradisi baru di Gereja Santa Maria Fatima Pelem Dukuh. Acara ini dibuka dengan Misa pada pukul 17.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Agustinus Tejo Kusumantana, Pr. Sebelum Misa dimulai terlebih dahulu dibacakan Pesan-pesan penampakan Maria di Fatima antara lain : Dari bulan Mei sampai dengan Oktober 1917, Maria berturut-turut menampakan diri kepada ketiga gembala kecil yaitu Lucia, Yacintha dan Francisco dari Fatima itu setiap tanggal 13, kecuali pada t pada tanggal 13 Agustus 1917, Maria tidak menampakkan diri karena anak-anak itu sedang dipenjarakan. Namun demikian, sebelum mengalami penampakan Maria, anak-anak itu terlebih dahulu mengalami penampakan Malaikat Perdamaian, kemudian juga memperkenalkan diri sebagai Malaikat Pelindung Negara mereka. Penampakan Malaikat ini menjadi semacam pengantar bagi anak-anak itu untuk penampakan Maria, yang akan memberikan perutusan kepada anak-anak tersebut. Pada penmapakan maikat yang pertama, Malaikat itu mengajak anak-anak itu untuk berdoa dengan doa yang akan diakbulkanoleh Hati Terkudus Tuhan Yeses dan Maria. “Berdoalah demikian. Hati Terkudus Tuhan Yesus dan Maria kan mengabulkan doamu”. Pada penampakanya yang kedua, malaikat itu menyatakan bahwa Hati Terkudus Tuhan Yeses dan Maria mempunyai rencana untuk mereka. Maka mereka diajak untuk berdoa terus menerus, mempersembhkan korban kepada Tuhan, untuk silih dosa manusia. Sedangkan pada penampakan yang ketiga, mereka diajak untuk memuji Allah Tritunggal, mempersembahkan korban Kristus, untuk pengampunan dosa semua orang, dengan pengantaraan Hati Terkudus Yesus dan Hati Maria yang Tak Bernoda.
Maria pertama kali menampakkan diri kepada ketiga anak gembala Fatima pada tanggal 13 Mei 1917. Berkorban dan menderita bagi bertobatnya orang-orang berdosa merupan pesan yang disampaikan Maria pada penampakkanya yang pertama: “Apakah kamu mau mempersembahkan dirimu pada Tuhan, dan menanggung semua penderitaan yang Ia kirimkan kepadamu? Sebagai silih semua dosa yang melukai Dia? Dan untuk pertobatan orang berdoas? Dan kamu akan banyak menderita, tetapi Rahmat Allah akan menyertai kamu dan meneguhkan kamu”. Pada penampakan kedua, 13 Juni 1917, Maria mengatkan banyak orang masuk neraka karena tidak ada seorangpun yang mendoakan dan berkorban untuk mereka. Maria mengajak ketiga anak itu setiap hari berdoa Rosario, dan setiap peristiwa diakhiri dengan doa berikut ini : “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa kami, lingdungilah kami dari api neraka, hantarkan segala jiwa ke dalam sorga, terutama jiwa-jiwa yang sangat memerlukan Kerahiman-Mu”.
Pada penampakan tanggal 13 Juli 1917, Maria meminta ketiga anak itu untuk mempersembahkan diri agar memperoleh rahmat bagi orang-orang berdosa, yang diungkapkan dalam doa: “Ya Yesus, aku mengurbankan diriku Karena cinta kepada-Mu, untuk mohon rahmat tobat bagi orang-orang berdosa, dan untuk menyilih penghinaan yang dibuat orang terhadap Hati Maria yang Tak Bernoda”. Pada penampakan bulan juli ini juga Maria menunjukan keadaan neraka kepada ketiga anak itu, tempat orang-orang berdosa disiksa. Pada saat itulah sekali lagi Maria mengajak untuk mempersembahkan hidup bagi Hati Maria yang Tak Bernoda. Bahkan agar seluruh dunia dihindarkan dari bahaya. Seluruh dunia juga harus dikuduskan bagi Hati Maria yang Tak Bernoda. Maria mengatakan demikian : “Kamu telah melihat neraka, tempat jiwa-jiwa orang-orang berdosa. Untuk menyelamatkan merekalah Tuhan menetapkan Kebaktian kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Bila kamu melakukan apa yang saya katakana kepadamu, banyak jiwa akan disematkan, dan aka nada damai”. Penampakan terakhir pada tanggal 13 Oktober. Penampakan ini disertai dengan tanda-tanda yang mengagumkan. Pertama-tama Maria menampakkan diri bersama St. Yosef dan Yesus kecil yang memberkati dunia. Kemudia Yesus tampil sendiri dan memberkati semua yang hadir, lalu Maria tampil lagi, dengan membawa skapulir coklat ditangganya. Pada penampakan ini menyatakan dirinya: “Aku ini Ratu Rosario yang Kudus. Aku dating untuk mengajak orang-orang beriman supaya memberkati cara hidup mereka; supaya mereka jangan menduakan Hati Tuhan Allah yang sudah terlampau dihinakan; dan lagi supaya mereka berdoa Rosario setiap hari, bertobat dan berbuat tapa untuk menyilih dosa-dosa mereka”. Ajakan pada penampkan terakhir ini tetaplah agar orang hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Penampakan Maria di Fatima berakhir pada bulan Oktober 1917, dan Gereja mengakuinya 13 tahun kemudian. Francesco meninggal tahun 1919 dan setahun kemudian, 1920 Yasinta meninggal. Tetapi kisah Fatima tidak berakhir. Pada tanggal 10 Desember 1925, Maria menampkan diri lagi kepada Lusia sudah menjadi Postulan di Biara para suster Dorotheus. Pada saat itu Maria menjanjikan pertolongan pada saat kematian kepada mereka yang pada hari sabtu pertama lima bulan berturut-turut mengaku dosa dan menerima komuni, berdoa Rosario dan menemani Maria seperempat jam seraya merenungkan misteri Rosario dengan tujuan untuk berbuat silih. Sementara itu, pada tahun 1927, Maria menampakan diri lagi dan sekali lagi meminta pengudusan Rusia, permintaan yang sudah disampaikan pada penampakan-penampakan sebelumnya.
Mungkin utnuk lebih jelasnya bisa membaca buku Spiritualitas Maria Fatima. Setelah pembacaan pesan-pesan penampakan Maria di Fatima, berlanjut pengambilan air sendang Lawangsih dan diberkati. Kemudian arak-arakan dimulai diawali Patung Bunda Maria, Air Sendang, Misdinar, Romo dan terakhir umat. Semua umat membawa lilin sepanjang jalan dan berdoa Rosaria, suasana yang sangat hening dan khidmat begitu terasa. Sesampai di Gereja Patung Bunda Maria diletakkan pada tempatnya dan dibawahnya ditaruh air sendang Lawangsih. Dilanjutkan misa pada umumnya. Setelah misa semua umat diperkenankan berdoa kepada Bunda Maria dan membawa air sendang ataupun Cuma untuk membasuh muka.
























Tidak ada komentar:
Posting Komentar