Pertanian Modern


              
  Dewasa ini kita melihat harga komoditi pertanian local semakin tergerus oleh komoditi pertanian import,  mungkin oleh harganya maupun kwalitasnya. Apalagi kesadaran generasi anak muda akan pertanian yang sangat kurang. Oleh keresahan itu maka tim PSE KAS mengadakan pertemuan Pengembangan Pertanian. Maka dari Paroki Administratif Santa Maria Fatima Pelem Dukuh mengirim dua orang yaitu Aloysius Widodo dari Lingkungan Santo Vicentius gedong dan Marjan dari Lingkungan Santo Franciskus Xaferius Patihombo.
                Pertemuan pertama dilaksanakan tanggal  09 April 2016 di PPSM Muntilan. Dengan pembicara Cornelius Widodo Utomo. Dia adalah pemilik Widodo Farm, sebelumnya Dia 12 tahun dosen matematika, 2 tahun mempersiapkan pendirian universitas, 7 tahun pengelola hortimart. Dalam pertemuan ini membahas  tentang prospek Agribisnis Buah-buahan di Indonesia dari aspek buah, peluang dan ancaman agribisnis buah sampai jenis usaha buah-buah di Indonesia. Selain itu juga diajari cara perbanyak tanaman buah dengan baik dan cara pembuatan pupuk organik.
                Pertemuan kedua diadakan bulan Juni 2016 di PPSM Muntilan. Dalam pertemuan ini semua peserta diajari tentang Bisnis Plan & pengaplikasian pupuk organic. Jadi para petani diharpkan mampu bersaing roda perekonomian global dan mampu memeneg hasil pertanian mereka. Dengan pembicara Bpk. Cornelius Widodo Utomo dan Romo Deni Setiawan pemilik kopi melcos dan Dirut Yayasan Sanjaya.
                Pertemuan ketiga diadakan tanggal 4-5 September 2016 di PPSM Muntilan.  Pertemuan ketiga atau yang terakhir ini membahas tentang Hidroponik atau system bercocok tanam dengan air, yang lagi popular dimasyarakat urban sekarang ini. Karena dengan sitem hodroponik ini mampu menaikkan taraf hidup para petani konvensional. Dalam pertemuan ini pembicaranya adalah Bpk. Cornelius Widodo Utomo, Romo Deni  Setiawan dan  Bpk. Timbul Raharja.
                Lewat pertemuan ini diharapkan para petani bisa menyerap ilmu yang diberikan dan bisa diaplikasikan dimasyarakat sekitar dan nantinya para petani bisa bersaing dengan hasil produk luar negeri. Untuk para peserta juga tidak berhenti sampai pada pertemuan itu, mereka dibagi dalam kelompok per Kevikepan. Kelompok itu nantinya bisa berdiri mandiri dalam pengolahan pupuk organi dan tukar pikiran dalam hal pertanian.



Sumber : Aloysius Widodo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar